Pemerintah mengungkapkan pertumbuhan investasi sektor otomotif di Indonesia mencapai 110 persen. Oleh karena itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pun optimistis bahwa sektor otomotif bakal masuk tiga besar penyumbang ekspor bagi Indonesia.
"Industri otomotif menjadi barang terpenting nomor tiga untuk ekspor Indonesia," ungkap dia, Jakarta, kamis (2/10/2014).
Bukan tanpa alasan, sikap optimistis Lutfi tersebut didukung oleh investasi industri otomotif yang terus meningkat dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Dia menyebut, investasi sektor otomotif tumbuh hingga 110 persen. "Dan pabrik-pabrik ini baru mencapai titik optimal untuk produksi pada akhir 2015," kata dia.
Dari segi nilai ekspor, dia mengatakan per Agustus 2014 mencapai US$ 3,5 miliar. Diperkirakan terus tumbuh hungga US$ 4,5 miliar hingga akhir 2014.
"Ini akan membuat industri otomotif menjadi barang prospektif untuk ekspor Indonesia di masa yang akan datang," tuturnya.
Tak hanya itu, dia juga mengatakan dalam tiga tahun mendatang atau pada tahun 2017 sektor otomotif akan menyumbang ekspor hingga US$ 11 miliar. (Amd/Gdn)
Selasa, 02 Desember 2014
Sistem Pengendalian Kualitas Di Indonesia
1. Kebutuhan Pengendalian Kualitas
2.Obyek Pengendalian Kualitas
3. Operasi Pengendalian Kualitas
4. Kesimpulan
5. Referensi
· Ferdiansyah, Herdiyan. 2007. “Usulan Rencana Perbaikan Kualitas Produk Penyangga Duduk Jok Sepeda Motor Dengan Pendekatan Metode Kaizen (5W+1H) di PT. Ekaprasarana”.
· Irvan, Zulia Hanum. Tanpa Tahun. “Pengendalian Mutu Produk Dengan metode Statistik”.
· Dwiwinarno , Titop. Tanpa Tahun. “Evaluasi Pengendalian Kualitas Pada Bagian Produksi”.
Pengendalian kualitas produk merupakan usaha untuk meminimalisasi produk cacat dari produk yang dihasilkan perusahaan. Tanpa adanya pengendalian kualitas produk akan menimbulkan kerugian yang besar bagi perusahaan, karena penyimpangan-penyimpangan tidak diketahui sehingga perbaikan tidak bisa dilakukan dan akhirnya penyimpangan akan berkelanjutan. Sebaliknya bila pengendalian kualitas dapat dilaksanakan dengan baik maka setiap terjadi penyimpangan dapat langsung diperbaiki dan dapat digunakan untuk perbaikan proses produksi dimasa yang akan datang. Dengan demikian proses produksi yang memperhatikan kualitas produk akan menghasilkan produk yang berkualitas bebas dari kerusakan dan kecacatan, sehingga membuat harga lebih kompetitif.
Peranan kualitas produk sangat penting dalam situasi pemasaran yang semakin bersaing, karena dapat mempengaruhi maju atau tidaknya perusahaan. Perusahaan bukan hanya memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan tetapi juga kualitas dari produk tersebut. Bagi perusahaan yang tidak memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan akan mengalami banyak kendala dalam pemasarannya, sehingga produk kurang laku dan mengalami penurunan penjualan.
2.Obyek Pengendalian Kualitas
Searah dengan perkembangan kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan dan ekonomi, lingkungan manufaktur mengalami pergeseran kearah yang lebih maju. Lingkungan persaingan juga bertambah ketat. Agar mampu bertahan dan bahkan bersaing dalam kondisi persaingan yang ketat ini, para pelaku bisnis hendaknya mampu terus menerus menyempurnakan proses produksi dan produk itu sendiri untuk dapat menciptakan keunggulan baru. Untuk itu perusahaan harus terus menerus mengadakan perbaikan pada kualitas produk yang dihasilkan. Oleh karena itu setiap perusahaan sangat membutuhkan suatu pengendalian mutu atau kualitas yang dilakukan secara terus menerus. Pengendalian mutu atau kualitas merupakan cara untuk memproduksi barang atau jasa secara ekonomis sesuai dengan keinginan pelanggan. Dalam proses pengendalian kualitas tidak hanya untuk mengetahui kualitas dari produk tetapi juga dibutuhkan pengandalian kualitas terhadap kinerja karyawan yang berkerja di perusahaan. Untuk itu dibutuhkan suatu metode yang dapat mengendalikan kualitas baik produk maupun karyawan.
3. Operasi Pengendalian Kualitas
Adapun operasi pengendalian kualitas dapat dilakukan dengan berbagai macam metode di antaranya adalah perbaikan kualitas produk dengan pendekatan metode kaizen (5W+1H), perbaikan kualitas produk dengan pendekatan metode statistik serta evaluasi pengendalian kualitas pada bagian produksi.
Kaizen merupakan konsep payung yang mencakup teori-teori praktis seperti Gugus Kendali Mutu, JIT, Sistem Saran, Kanban, Total Quality Management (TQM), Manajemen visual, dan aktivitas kelompok kecil, yang kesemuanya ini saling berkaitan. Antara kaizen dan inovasi sebenarnya merupakan bagian dari fungsi perbaikan atau penyempurnaan. Suatu perbedaan besar antara kaizen dan inovasi adalah bahwa kaizen tidak memerlukan investasi besar untuk melaksanakannya, tetapi menuntut adanya usaha berkesinambungan dan bertanggung jawab. Sementara inovasi berorientasi pada hasil dengan melibatkan investasi yang besar. Sasaran akhir dari kaizen adalah kualitas (quality), biaya (cost), dan penjadwalan (scheduling), yang kemudian penjadwalan dirubah menjadi penyerahan (delivery). Ketiga hal ini dikenal dengan QCD yang merupakan aspek yang paling penting untuk diperbaiki. Kualitas (Q) tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk jadi atau jasa layanan, namun juga kualitas dari proses yang menghasilkan produk maupun jasa layanan tersebut. Biaya (C) berkaitan dengan biaya keseluruhan sejak dari merancang, memproduksi, menjual dan memelihara produk atau layanan tersebut. Penyerahan (D) adalah penyerahan produk atau jasa layanan secara tepat jumlah dan tepat waktu.
Pengendalian kualitas statistik adalah suatu sistem yang dikembangkan untuk menjaga standar yang uniform dari kualitas hasil produksi, pada tingkat biaya yang minimum dan merupakan bantuan untuk mencapai efisiensi perusahaan. Pada dasarnya pengendalian kualitas statistik merupakan penggunaan metode statistik untuk mengumpulkan dan menganalisa data dalam menentukan dan mengawasi kualitas hasil produk. Tujuan utama pengendalian kualitas statistik adalah pengurangan variabilitas secara sistemik dalam karakteristik kunci produk itu. Manfaat dari penerapan pengendalian kualitas statistik antara lain : kualitas produk yang lebih beragam, memberikan informasi kesalahan lebih awal, mengurangi besarnya bahan yang terbuang sehingga menghemat biaya bahan, meningkatkan kesadaran perlunya pengendalian kualitas serta menunjukan tempat terjadinya permasalahan dan kesulitan. Pengendalian kualitas statistik dapat dikelompokan atas dua bagian, yaitu : proses pengendalian dan pengendalian produk. Tujuan utama proses pengendalian adalah menjaga setiap proses agar tetap terkendali dan untuk itu digunakan peta kendali, metode grafik yang menunjukan urutan setiap proses. Tujuan utama pengendalian produk adalah memutuskan apakah suatu lot diterima atau ditolak yang didasarkan pada bukti yang ditemui dari satu atau banyak sampel yang ditarik secara acak dari lot yang diteliti.
Dalam melakukan evaluasi pengendalian kualitas perusahaan, visi/misi perusahaan di bidang produksi adalah mampu untuk memproduksi produk zero deffect. Untuk menunjang visi/misi perusahaan tersebut perlu menentukan standar kerusakan produk sebagai sasaran jangka pendek misalkan tidak boleh lebih dari dua persen. Dalam penentuan standar kerusakan maksimum dua persen tersebut perlu untuk dievaluasi. Penentuan standar tersebut harus melihat kembali tentang persepsi kualitas yang meliputi tiga variabel yaitu kualitas produk, kualitas karyawan dan kualitas pelayanan karyawan. Selain itu tentang komitmen karyawan departemen produksi, ukuran yang digunakan adalah variabel perencanaan dan perbaikan secara kontinyu. Setelah diperoleh hasil dari analisis tersebut dapat digunakan sebagai evaluasi terhadap strategi bisnis perusahan yang telah mencanangkan kebijakan mutu barang yang dihasilkan oleh perusahaan, termasuk kebijakan tingkat kerusakan barang.
4. Kesimpulan
Setiap perusahaan selalu ingin menjadikan hasil produksi yang berkualitas sesuai dengan standar yang ditentukan oleh perusahaan. Kualitas produk yang dihasilkan bisa sesuai dengan standar atau tidak harus diperhatikan juga apakah dalam menentukan standar memang sudah mendasarkan pada fasilitas dan sumberdaya yang dimiliki mendukung untuk itu. Jika sudah maka perlu melakukan evaluasi terhadap kualitas yang telah dicanangkan itu bisa dicapai atau tidak. Operasi pengendalian kualitas dapat dilakukan dengan berbagai macam metode di antaranya adalah perbaikan kualitas produk dengan pendekatan metode kaizen (5W+1H), perbaikan kualitas produk dengan pendekatan metode statistik serta evaluasi pengendalian kualitas pada bagian produksi. Evaluasi yang dilakukan mulai dari proses produksi, komitmen karyawan, fasilitas produksi, pengendalian setiap produksi merupakan kunci utama pengendalian kualitas dari suatu produk. Dan hal penting lagi adalah setiap adanya penyebab kerusakan setiap produk perlu segera dilakukan evaluasi dan dilakukan perbaikan secara terus menerus.
5. Referensi
· Ferdiansyah, Herdiyan. 2007. “Usulan Rencana Perbaikan Kualitas Produk Penyangga Duduk Jok Sepeda Motor Dengan Pendekatan Metode Kaizen (5W+1H) di PT. Ekaprasarana”.
· Irvan, Zulia Hanum. Tanpa Tahun. “Pengendalian Mutu Produk Dengan metode Statistik”.
· Dwiwinarno , Titop. Tanpa Tahun. “Evaluasi Pengendalian Kualitas Pada Bagian Produksi”.
Keutamaan K3 dalam Dunia Industri
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dibanyak perusahaan di Indonesia masih dilihat sebelah mata. Banyak perusahaan yang menganggap masalah K3 adalah masalah ringan yang tidak perlu fokus untuk menerapkan manajemen K3 secara khusus.
INDONESIA hingga saat ini masih memiliki tingkat keselamatan kerja yang rendah jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang telah sadar betapa penting regulasi dan peraturan tentang K3 ini untuk diterapkan. Kesadaran akan hal ini masih sangat rendah baik itu mulai dari pekerja hingga perusahaan atau pemilik usaha.
Regulasi ini sangat penting untuk dilaksanakan dan dipatuhi dalam dunia kerja karena dapat mendatangkan manfaat yang positif untuk meningkatkan produktivitas pekerja dan mampu meningkatkan probality usia kerja karyawan dari suatu perusahaan menjadi lebih panjang.
Sejauh ini, kalaupun ada perusahaan yang menerapkan regulasi K3 biasa bukan karena dorongan kesadaran sendiri, tapi lebih dikarenakan adanya tuntutan dari buyers atau para pembeli, terutama ketika perusahaan tersebut melakukan pemasaran ekspor atas hasil barang produksinya ke pasar international seperti ke Eropa dan negara-negara maju lainnya. Selain itu biaya dalam menerapkan regulasi ini juga masih dipersoalkan, baik itu mulai dari biaya pembelian safety accessories peralatan itu sendiri maupun biaya maintenance atau biaya perawatannya.
Contoh saja, untuk perusahaan yang mengoperasikan mesin-mesin berat yang mengeluarkan suara bising yang dapat menimbulkan hazard (bahaya) terhadap kerusakan telinga, harus mengeluarkan biaya uang kurang lebih sekitar enam ratus ribu rupiah untuk membeli peralatan penutup telinga untuk per unit-nya. Tentunya bagi perusahaan yang hanya memikirkan keuntungan sesaat, maka hal ini akan dianggap sebagai biaya tambahan yang lumayan relatif besar yang riskan untuk mengurangi pendapatan perusahaan.
Di Indonesia sangat jarang mendengar demonstrasi yang menuntut akan perbaikan prosedure tentang K3. Yang sering dengar adalah biasanya para buruh atau karyawan atau pekerja selalu menuntut untuk perbaikan nilai gaji atau salary yang didapatkan. Kondisi ini menunjukan bahwa masyarakat kita cenderung mengabaikan tentang pentingnya regulasi ini. Kita juga sering lihat banyak pekerja secara individual (bukan yang terikat dengan perusahaan) dengan pekerjaan yang memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi namun hanya men¬ggunakan peralatan yang sederhana. Hal ini tentunya tidak sebanding dengan probabilitas tingkat resiko kecelakaan yang dihadapi.
Pemerintah sebenarnya telah mengeluarkan aturan yang cukup tegas dan cukup jelas tentang regulasi keselamatan dan kesehatan kerja yang harus diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di tanah air. Namun entah mengapa dalam pelaksanaannya masih carut marut tidak jelas. Sejauh ini, mungkin perusahaan-perusahaan yang telah go-international seperti di bidang migas yang telah menerapakan dengan cukup baik aturan ini, selebihnya susah untuk dilakukan pengontrolan. Apakah pe¬nyebabnya? Apakah karena kultur masyarakat kita sudah sedemikian lalai dan tidak terlalu memperdulikan tentang prosedur ini hingga mungkin nyawa pekerja memiliki resiko besar untuk hilang dengan mudah di tempat kerja.
Sudah saatnya aturan K3 diterapkan dengan baik untuk meminimalisir kemungkinan-kemungkinan buruk yang tidak dapat diprediksi. Mungkin jika kita menanyakan kepada para pekerja tentang K3, maka sebagian besar pasti menjawab hanya pada tingkat yang abu-abu atau tidak begitu memahami dan menyadari arti pentingnya K3 itu sendiri. K3 adalah salah satu jenis hak pekerja agar dapat bekerja dengan baik dengan tetap mengedepankan keselamatan.
Mengingat begitu pentingnya K3 seharusnya tidak terpinggirkan oleh hal-hal strategis pekerja lainnya seperti nilai gaji yang layak, dan hak-hak lainnya. Yang terpenting adalah pekerja disini adalah objek dan sekaligus sebagai subjek dari regulai K3 itu sendiri, sehingga jika K3 dilaksanakan dengan baik maka pekerja itu sendiri akan menerima effek positifnya dan begitu juga untuk keadaan sebaliknya.
Penerapan dengan baik akan regulasi keselamatan dan kesehatan kerja bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab semua elemen yang terlibat di dalamnya seperti pihak perusahaan atau wirausaha, pekerja dan masyrakat secara keseluruhan.
Ingat! International labour Organization ( ILO ) memperkirakan di seluruh dunia ada 6000 pekerja kehilangan nyawa setiap hari akibat kecelakaan, luka-luka, dan penyakit akibat resiko kerja. Selain itu setiap tahun 270 juta pekerja menderita luka parah dan 160 juta lainnya mengalami penyakit jangka panjang ataupun pendek terkait dengan pekerjaan mereka. Banyak perusahaan tidak menyediakan alat keselamatan dan pengaman untuk pekerjanya. dan banyak pengusaha juga mengabaikan K3 karena enggan mengeluarkan biaya tambahan. Hukum sudah dengan ketat mengaturnya cuma implementasi di lapangan tidak semudah itu. Sekarang semua harus menyadari bahwa K3 sangat penting artinya untuk diiplementasikan dengan nyata di lapangan demi perusahaan maupun pekerja sendiri.
INDONESIA hingga saat ini masih memiliki tingkat keselamatan kerja yang rendah jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang telah sadar betapa penting regulasi dan peraturan tentang K3 ini untuk diterapkan. Kesadaran akan hal ini masih sangat rendah baik itu mulai dari pekerja hingga perusahaan atau pemilik usaha.
Regulasi ini sangat penting untuk dilaksanakan dan dipatuhi dalam dunia kerja karena dapat mendatangkan manfaat yang positif untuk meningkatkan produktivitas pekerja dan mampu meningkatkan probality usia kerja karyawan dari suatu perusahaan menjadi lebih panjang.
Sejauh ini, kalaupun ada perusahaan yang menerapkan regulasi K3 biasa bukan karena dorongan kesadaran sendiri, tapi lebih dikarenakan adanya tuntutan dari buyers atau para pembeli, terutama ketika perusahaan tersebut melakukan pemasaran ekspor atas hasil barang produksinya ke pasar international seperti ke Eropa dan negara-negara maju lainnya. Selain itu biaya dalam menerapkan regulasi ini juga masih dipersoalkan, baik itu mulai dari biaya pembelian safety accessories peralatan itu sendiri maupun biaya maintenance atau biaya perawatannya.
Contoh saja, untuk perusahaan yang mengoperasikan mesin-mesin berat yang mengeluarkan suara bising yang dapat menimbulkan hazard (bahaya) terhadap kerusakan telinga, harus mengeluarkan biaya uang kurang lebih sekitar enam ratus ribu rupiah untuk membeli peralatan penutup telinga untuk per unit-nya. Tentunya bagi perusahaan yang hanya memikirkan keuntungan sesaat, maka hal ini akan dianggap sebagai biaya tambahan yang lumayan relatif besar yang riskan untuk mengurangi pendapatan perusahaan.
Di Indonesia sangat jarang mendengar demonstrasi yang menuntut akan perbaikan prosedure tentang K3. Yang sering dengar adalah biasanya para buruh atau karyawan atau pekerja selalu menuntut untuk perbaikan nilai gaji atau salary yang didapatkan. Kondisi ini menunjukan bahwa masyarakat kita cenderung mengabaikan tentang pentingnya regulasi ini. Kita juga sering lihat banyak pekerja secara individual (bukan yang terikat dengan perusahaan) dengan pekerjaan yang memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi namun hanya men¬ggunakan peralatan yang sederhana. Hal ini tentunya tidak sebanding dengan probabilitas tingkat resiko kecelakaan yang dihadapi.
Pemerintah sebenarnya telah mengeluarkan aturan yang cukup tegas dan cukup jelas tentang regulasi keselamatan dan kesehatan kerja yang harus diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di tanah air. Namun entah mengapa dalam pelaksanaannya masih carut marut tidak jelas. Sejauh ini, mungkin perusahaan-perusahaan yang telah go-international seperti di bidang migas yang telah menerapakan dengan cukup baik aturan ini, selebihnya susah untuk dilakukan pengontrolan. Apakah pe¬nyebabnya? Apakah karena kultur masyarakat kita sudah sedemikian lalai dan tidak terlalu memperdulikan tentang prosedur ini hingga mungkin nyawa pekerja memiliki resiko besar untuk hilang dengan mudah di tempat kerja.
Sudah saatnya aturan K3 diterapkan dengan baik untuk meminimalisir kemungkinan-kemungkinan buruk yang tidak dapat diprediksi. Mungkin jika kita menanyakan kepada para pekerja tentang K3, maka sebagian besar pasti menjawab hanya pada tingkat yang abu-abu atau tidak begitu memahami dan menyadari arti pentingnya K3 itu sendiri. K3 adalah salah satu jenis hak pekerja agar dapat bekerja dengan baik dengan tetap mengedepankan keselamatan.
Mengingat begitu pentingnya K3 seharusnya tidak terpinggirkan oleh hal-hal strategis pekerja lainnya seperti nilai gaji yang layak, dan hak-hak lainnya. Yang terpenting adalah pekerja disini adalah objek dan sekaligus sebagai subjek dari regulai K3 itu sendiri, sehingga jika K3 dilaksanakan dengan baik maka pekerja itu sendiri akan menerima effek positifnya dan begitu juga untuk keadaan sebaliknya.
Penerapan dengan baik akan regulasi keselamatan dan kesehatan kerja bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab semua elemen yang terlibat di dalamnya seperti pihak perusahaan atau wirausaha, pekerja dan masyrakat secara keseluruhan.
Ingat! International labour Organization ( ILO ) memperkirakan di seluruh dunia ada 6000 pekerja kehilangan nyawa setiap hari akibat kecelakaan, luka-luka, dan penyakit akibat resiko kerja. Selain itu setiap tahun 270 juta pekerja menderita luka parah dan 160 juta lainnya mengalami penyakit jangka panjang ataupun pendek terkait dengan pekerjaan mereka. Banyak perusahaan tidak menyediakan alat keselamatan dan pengaman untuk pekerjanya. dan banyak pengusaha juga mengabaikan K3 karena enggan mengeluarkan biaya tambahan. Hukum sudah dengan ketat mengaturnya cuma implementasi di lapangan tidak semudah itu. Sekarang semua harus menyadari bahwa K3 sangat penting artinya untuk diiplementasikan dengan nyata di lapangan demi perusahaan maupun pekerja sendiri.
Save Earth Right Now !
Hal terpenting yang dapat Anda lakukan mengenai perubahan iklim adalah dengan mendukung kampanye perubahan iklim dari organisasi hijau setempat seperti kampanye perubahan iklim Sahabat-Sahabat Bumi, ‘The Big Ask’. Kampanye ‘The Big Ask’ menuntut adanya undang-undang perubahan iklim yang kuat yang mengurangi emisi karbon Inggris dari tahun ke tahun. Tahun lalu lebih dari 130.000 orang mendukung kami. Hasilnya? Di bulan Maret Pemerintah menerbitkan rancangan undang-undang Iklim.
Menjadi vegetarian atau vegan adalah satu-satunya gerakan paling hijau yang bisa dilakukan seseorang*
Menurut laporan yang baru diterbitkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, sektor peternakan menghasilkan emisi gas rumah kaca - 18 persen – jika diukur berdasarkan perbandingan CO2, jumlah ini lebih banyak daripada seluruh transportasi di dunia. Penyebab utama di balik pemanasan global adalah konsumsi daging merah kita.
Produksi daging membutuhkan air, biji-bijian, tanah, dan lainnya dalam jumlah besar termasuk hormon dan antibiotik, serta menyebabkan polusi tanah, udara, dan air. Untuk menghasilkan satu pon daging sapi membutuhkan sekitar 12.000 galon air, bandingkan dengan 60 galon air untuk satu pon kentang. Jika Anda seorang pemakan daging, untuk pemula, cobalah tidak makan daging sekali dalam seminggu. Menjadi vegetarian atau vegan merupakan pilihan yang sangat berarti bagi lingkungan.
Berkendaraan
Angkutan darat bertanggung jawab atas seperempat emisi CO2 di Inggris – dan ini diramalkan akan meningkat di masa depan. Dalam 30 tahun terakhir lalu lintas di jalan-jalan kita telah menjadi lebih dari dua kali lipat.
1. Perlukah Anda mengantar anak Anda ke sekolah? Berbagi rute sekolah dengan sekelompok orang tua adalah cara terbaik untuk mengurangi kemacaten parah, mengurangi emisi, dan menghemat pengeluaran bensin Anda. Berbagi tumpangan membantu Anda menemukan orang tua lain yang bisa diajak berbagi rute sekolah: www.school-run.org – atau hubungi kepala sekolah anak Anda atau PTA untuk meminta mereka mengatur jadwal. Sustrans juga menyediakan banyak informasi tentang rencana perjalanan sekolah: www.saferoutestoschools.org.uk/
2. Jangan Mengemudi ke pub – Liburlah satu hari atau paling tidak berjalan kakilah. Sustrans: www.sustrans.org.uk
3.Berikan mobil Anda waktu liburan! Apakah Anda bisa melakukan perjalanan Anda ke tempat kerja dengan berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum untuk beberapa hari setiap minggu? Transport Direct memiliki informasi transportasi umum di: www.transportdirect.org.uk Organisasi pengendara sepeda nasional (CTC) memiliki informasi lengkap tentang rute bersepeda di daerah Anda: www.ctc.org.uk
4.Kecil itu indah. Jika Anda harus mengemudi, sebuah mobil yang kecil dan hemat bahan bakar akan menghasilkan polusi emisi yang lebih sedikit daripada sebuah mobil 4 x 4 yang boros bensin – dan juga ia lebih mudah dikendarai dengan cepat. Berhati-hatilah karena meski mobil berbahan bakar diesel cenderung menghasilkan lebih sedikit CO2, tapi mobil ini menghasilkan lebih banyak polusi lain yang memperburuk penyakit asma dan masalah kesehatan lainnya. Bandingkanlah emisi gas CO2 dalam berbagai macam mobil di VCA: www.vca.gov.uk
5. Gantilah bahan bakar Anda. Berbagai jenis mobil sekarang bisa menggunakan bahan bakar bio dengan sedikit atau tanpa harus mengganti mesin. Bahan bakar bio diproduksi dari biji-bijian, minyak lobak atau gula bit, dan dengan menggunakan bahan bakar bio ini akan menghasilkan emisi yang lebih rendah. Tanyalah bengkel Anda atau carilah pompa bensin yang sudah menjualnya - di Inggris sudah ada 150 buah pompa bensin dan akan terus bertambah lagi. Silakan kunjungi: www.biodieselfillingstations.co.uk
6. Jagalah ban mobil Anda agar selalu penuh udara. Diperkirakan bahwa jika ban mobil berisi kurang udara di atas 80%, dapat membuat mobil lebih boros bensin, dan emisinya akan naik hingga 5% (Carplus: http://www.carplus.org.uk/carplus/Winter0405/Ecodriving.htm) – dan juga dapat mempercepat kerusakan ban dan mesin kendaraan.
7. Mengapa Anda tidak menyewa mobil saja ketika Anda membutuhkannya dari pada membelinya? Smartmoves memiliki daftar tempat-tempat penyewaan mobil di: www.smartmoves.co.uk
8. Ide lainnya adalah berbagi. Liftshare mengatur perencanaan berbagi mobil, dan charity Carplus mempromosikan penggunaan mobil dengan sistem penyewaan atau bisa ditambah dengan perencanaan berbagi mobil. Atau, Anda dapat meminta atasan Anda untuk melakukan sesuatu dalam mengurangi penggunaan mobil, seperti menyediakan payung ketika hujan bagi para pengendara sepeda atau menyediakan tumpangan minibus ke stasiun terdekat. Liftshare: www.liftshare.org; Carplus: www.carplus.org.uk
9. Mengemudilah dengan jendela tertutup. Hal ini dapat mengurangi hambatan udara sehingga dapat menambah efisiensi pemakaian bahan bakar dan mengurangi emisi mobil Anda. Hambatan juga dapat dikurangi dengan menurunkan barang-barang berat di dalam mobil dan rak pengangkut di atas kap mobil Anda ketika Anda tidak membutuhnya. (Badan Keamanan Negara AS: http://www.nsc.org/ehc/mobile/refuelin.htm; Kantor Perlindungan Lingkungan AS: http://www.epa.gov/otaq/consumer/18-youdo.pdf).
10. Matikan mesin mobil ketika Anda akan berhenti lebih dari dua menit. Berhenti dengan lama dan mesin mobil tetap menyala akan membakar bahan bakar lebih banyak dari pada menghidupkan mesin kembali. (Asosiasi Angkutan Lingkungan http://www.eta.co.uk/greentips/duringjourney.asp).
11. Ubahlah cara mengemudi Anda. Memindahkan gigi pada kecepatan yang lebih tepat dapat mengurangi pemakaian bahan bakar hingga 15%. Ketika Anda mendekati lampu lalu lintas, melambatkan laju mobil secara bertahap akan lebih baik daripada terus melaju dengan kecepatan yang sama dan mengerem dengan mendadak, melaju dengan cepat dan mengerem mendadak akan menggunakan bahan bakar hingga 30% lebih banyak dan dapat mengakibatkan kerusakan ban dan mesin kendaraan. Dan jika melaju dengan terlalu cepat akan menggunakan bahan bakar hingga 60% lebih banyak. (RAC: www.racfoundation.org).
12. Jangan menggunakan mobil untuk jarak dekat. Mesin mobil yang dingin menggunakan hampir dua kali lipat bahan bakar daripada mesin yang lebih panas. Berjalan kaki di udara segar ke toko-toko terdekat, itu baik untuk kesehatan Anda!
Berpergian ke Mancanegara
Pesawat terbang adalah kontributor yang besar dalam perubahan iklim. Jumlah penumpang akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2030, dan emisi dari pesawat terbang akan menyebabkan lebih dari sepersepuluh kenaikan emisi gas di Inggris pada tahun 2020. Mengurangi penerbangan Anda dan keluarga Anda akan banyak mengurangi jejak karbon Anda.
13. Liburan di dalam negeri. Biaya bepergian dengan pesawat terbang mungkin terasa murah, tapi jika Anda menjumlahkannya dengan pajak dan biaya perjalanan ke bandara, biayanya sering lebih mahal dibanding biaya perjalanan dengan kereta ke tempat liburan Anda. Dan itu belum ditambah lagi dengan emisi yang telah Anda hasilkan – sekali perjalanan – pulang pergi dengan pesawat terbang dapat memproduksi lebih banyak emisi gas karbon dioksida dari setiap penumpang dibanding rata-rata emisi gas dari pengendara motor dalam satu tahun di Inggris. (Pusat Perlindungan Energi dan Teknologi Lingkungan Belanda/DETR) Atau, jika Anda akan pergi berlibur, cobalah menggunakan jasa angkutan kereta.
14. Sewalah sepeda sebagai ganti mobil jika Anda akan berjalan-jalan ke daerah terdekat. Ini tidak hanya akan menghemat emisinya, tapi juga akan menghemat uang Anda – dan membantu menghabiskan hari libur Anda. Pusat Informasi Perjalanan Lokal akan bersedia memberi Anda informasi tentang cara-cara penyewaan sepeda.
15. Mengurangi perjalanan bisnis. Apakah Anda benar-benar harus bepergian untuk menemui rekan kerja Anda? Bisakah Anda menggunakan telepon atau konferensi video? Dan jika Anda benar-benar harus bepergian, gunakanlah kereta bukannya mobil atau pesawat terbang – dan juga selama dalam perjalanan, Anda dapat mengerjakan beberapa pekerjaan Anda. Anda dapat menemukan cara-cara alternatif untuk bepergian di: www.seat61.com
Menjadi vegetarian atau vegan adalah satu-satunya gerakan paling hijau yang bisa dilakukan seseorang*
Menurut laporan yang baru diterbitkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, sektor peternakan menghasilkan emisi gas rumah kaca - 18 persen – jika diukur berdasarkan perbandingan CO2, jumlah ini lebih banyak daripada seluruh transportasi di dunia. Penyebab utama di balik pemanasan global adalah konsumsi daging merah kita.
Produksi daging membutuhkan air, biji-bijian, tanah, dan lainnya dalam jumlah besar termasuk hormon dan antibiotik, serta menyebabkan polusi tanah, udara, dan air. Untuk menghasilkan satu pon daging sapi membutuhkan sekitar 12.000 galon air, bandingkan dengan 60 galon air untuk satu pon kentang. Jika Anda seorang pemakan daging, untuk pemula, cobalah tidak makan daging sekali dalam seminggu. Menjadi vegetarian atau vegan merupakan pilihan yang sangat berarti bagi lingkungan.
Berkendaraan
Angkutan darat bertanggung jawab atas seperempat emisi CO2 di Inggris – dan ini diramalkan akan meningkat di masa depan. Dalam 30 tahun terakhir lalu lintas di jalan-jalan kita telah menjadi lebih dari dua kali lipat.
1. Perlukah Anda mengantar anak Anda ke sekolah? Berbagi rute sekolah dengan sekelompok orang tua adalah cara terbaik untuk mengurangi kemacaten parah, mengurangi emisi, dan menghemat pengeluaran bensin Anda. Berbagi tumpangan membantu Anda menemukan orang tua lain yang bisa diajak berbagi rute sekolah: www.school-run.org – atau hubungi kepala sekolah anak Anda atau PTA untuk meminta mereka mengatur jadwal. Sustrans juga menyediakan banyak informasi tentang rencana perjalanan sekolah: www.saferoutestoschools.org.uk/
2. Jangan Mengemudi ke pub – Liburlah satu hari atau paling tidak berjalan kakilah. Sustrans: www.sustrans.org.uk
3.Berikan mobil Anda waktu liburan! Apakah Anda bisa melakukan perjalanan Anda ke tempat kerja dengan berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum untuk beberapa hari setiap minggu? Transport Direct memiliki informasi transportasi umum di: www.transportdirect.org.uk Organisasi pengendara sepeda nasional (CTC) memiliki informasi lengkap tentang rute bersepeda di daerah Anda: www.ctc.org.uk
4.Kecil itu indah. Jika Anda harus mengemudi, sebuah mobil yang kecil dan hemat bahan bakar akan menghasilkan polusi emisi yang lebih sedikit daripada sebuah mobil 4 x 4 yang boros bensin – dan juga ia lebih mudah dikendarai dengan cepat. Berhati-hatilah karena meski mobil berbahan bakar diesel cenderung menghasilkan lebih sedikit CO2, tapi mobil ini menghasilkan lebih banyak polusi lain yang memperburuk penyakit asma dan masalah kesehatan lainnya. Bandingkanlah emisi gas CO2 dalam berbagai macam mobil di VCA: www.vca.gov.uk
5. Gantilah bahan bakar Anda. Berbagai jenis mobil sekarang bisa menggunakan bahan bakar bio dengan sedikit atau tanpa harus mengganti mesin. Bahan bakar bio diproduksi dari biji-bijian, minyak lobak atau gula bit, dan dengan menggunakan bahan bakar bio ini akan menghasilkan emisi yang lebih rendah. Tanyalah bengkel Anda atau carilah pompa bensin yang sudah menjualnya - di Inggris sudah ada 150 buah pompa bensin dan akan terus bertambah lagi. Silakan kunjungi: www.biodieselfillingstations.co.uk
6. Jagalah ban mobil Anda agar selalu penuh udara. Diperkirakan bahwa jika ban mobil berisi kurang udara di atas 80%, dapat membuat mobil lebih boros bensin, dan emisinya akan naik hingga 5% (Carplus: http://www.carplus.org.uk/carplus/Winter0405/Ecodriving.htm) – dan juga dapat mempercepat kerusakan ban dan mesin kendaraan.
7. Mengapa Anda tidak menyewa mobil saja ketika Anda membutuhkannya dari pada membelinya? Smartmoves memiliki daftar tempat-tempat penyewaan mobil di: www.smartmoves.co.uk
8. Ide lainnya adalah berbagi. Liftshare mengatur perencanaan berbagi mobil, dan charity Carplus mempromosikan penggunaan mobil dengan sistem penyewaan atau bisa ditambah dengan perencanaan berbagi mobil. Atau, Anda dapat meminta atasan Anda untuk melakukan sesuatu dalam mengurangi penggunaan mobil, seperti menyediakan payung ketika hujan bagi para pengendara sepeda atau menyediakan tumpangan minibus ke stasiun terdekat. Liftshare: www.liftshare.org; Carplus: www.carplus.org.uk
9. Mengemudilah dengan jendela tertutup. Hal ini dapat mengurangi hambatan udara sehingga dapat menambah efisiensi pemakaian bahan bakar dan mengurangi emisi mobil Anda. Hambatan juga dapat dikurangi dengan menurunkan barang-barang berat di dalam mobil dan rak pengangkut di atas kap mobil Anda ketika Anda tidak membutuhnya. (Badan Keamanan Negara AS: http://www.nsc.org/ehc/mobile/refuelin.htm; Kantor Perlindungan Lingkungan AS: http://www.epa.gov/otaq/consumer/18-youdo.pdf).
10. Matikan mesin mobil ketika Anda akan berhenti lebih dari dua menit. Berhenti dengan lama dan mesin mobil tetap menyala akan membakar bahan bakar lebih banyak dari pada menghidupkan mesin kembali. (Asosiasi Angkutan Lingkungan http://www.eta.co.uk/greentips/duringjourney.asp).
11. Ubahlah cara mengemudi Anda. Memindahkan gigi pada kecepatan yang lebih tepat dapat mengurangi pemakaian bahan bakar hingga 15%. Ketika Anda mendekati lampu lalu lintas, melambatkan laju mobil secara bertahap akan lebih baik daripada terus melaju dengan kecepatan yang sama dan mengerem dengan mendadak, melaju dengan cepat dan mengerem mendadak akan menggunakan bahan bakar hingga 30% lebih banyak dan dapat mengakibatkan kerusakan ban dan mesin kendaraan. Dan jika melaju dengan terlalu cepat akan menggunakan bahan bakar hingga 60% lebih banyak. (RAC: www.racfoundation.org).
12. Jangan menggunakan mobil untuk jarak dekat. Mesin mobil yang dingin menggunakan hampir dua kali lipat bahan bakar daripada mesin yang lebih panas. Berjalan kaki di udara segar ke toko-toko terdekat, itu baik untuk kesehatan Anda!
Berpergian ke Mancanegara
Pesawat terbang adalah kontributor yang besar dalam perubahan iklim. Jumlah penumpang akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2030, dan emisi dari pesawat terbang akan menyebabkan lebih dari sepersepuluh kenaikan emisi gas di Inggris pada tahun 2020. Mengurangi penerbangan Anda dan keluarga Anda akan banyak mengurangi jejak karbon Anda.
13. Liburan di dalam negeri. Biaya bepergian dengan pesawat terbang mungkin terasa murah, tapi jika Anda menjumlahkannya dengan pajak dan biaya perjalanan ke bandara, biayanya sering lebih mahal dibanding biaya perjalanan dengan kereta ke tempat liburan Anda. Dan itu belum ditambah lagi dengan emisi yang telah Anda hasilkan – sekali perjalanan – pulang pergi dengan pesawat terbang dapat memproduksi lebih banyak emisi gas karbon dioksida dari setiap penumpang dibanding rata-rata emisi gas dari pengendara motor dalam satu tahun di Inggris. (Pusat Perlindungan Energi dan Teknologi Lingkungan Belanda/DETR) Atau, jika Anda akan pergi berlibur, cobalah menggunakan jasa angkutan kereta.
14. Sewalah sepeda sebagai ganti mobil jika Anda akan berjalan-jalan ke daerah terdekat. Ini tidak hanya akan menghemat emisinya, tapi juga akan menghemat uang Anda – dan membantu menghabiskan hari libur Anda. Pusat Informasi Perjalanan Lokal akan bersedia memberi Anda informasi tentang cara-cara penyewaan sepeda.
15. Mengurangi perjalanan bisnis. Apakah Anda benar-benar harus bepergian untuk menemui rekan kerja Anda? Bisakah Anda menggunakan telepon atau konferensi video? Dan jika Anda benar-benar harus bepergian, gunakanlah kereta bukannya mobil atau pesawat terbang – dan juga selama dalam perjalanan, Anda dapat mengerjakan beberapa pekerjaan Anda. Anda dapat menemukan cara-cara alternatif untuk bepergian di: www.seat61.com
Bersepeda Mencegah Pemanasan Global
Berbagai langkah serta upaya untuk mengurangi dampak pemanasan global merupakan hal yang tidak dapat ditunda lagi. Memperbaiki tata ruang kota dan mengurangi pergerakan kendaraan bermotor menjadi alternatif yang dapat diimplementasikan oleh kota besar di dunia. Hal tersebut terungkap dalam sebuah pertemuan Governors Global Climate Summit 2 di Los Angles Amerika Serikat akhir September 2009.
Dalam pertemuan yang dihadirii oleh sejumlah gubernur dari Indonesia termasuk gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Gubernur Negara Bagian Washington, Amerika Serikat , Chris Gregorie mengatakan, kota harus ditata sedemikian rupa. Tujuannya, agar jumlah perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor dapat dikurangi, bila perlu dengan jumlah yang signifikan. Hal itu tentu saja akan berdampak pada pengurangan penggunaan Bahan Bakar Minyak, BBM dan berarti mengurangi emisi gas penyebab pemanasan global. Ketua Bike to Work Indonesia, Toto Sugito mengatakan, penyediaan tempat parkir sepeda pada sejumlah pusat perbelanjaan dan gedung parkantoran merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan saat ini. Jadi sepeda penting bukan hanya untuk keselamatan lingkungan namun juga untuk kesehatan.
Dalam pertemuan yang dihadirii oleh sejumlah gubernur dari Indonesia termasuk gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Gubernur Negara Bagian Washington, Amerika Serikat , Chris Gregorie mengatakan, kota harus ditata sedemikian rupa. Tujuannya, agar jumlah perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor dapat dikurangi, bila perlu dengan jumlah yang signifikan. Hal itu tentu saja akan berdampak pada pengurangan penggunaan Bahan Bakar Minyak, BBM dan berarti mengurangi emisi gas penyebab pemanasan global. Ketua Bike to Work Indonesia, Toto Sugito mengatakan, penyediaan tempat parkir sepeda pada sejumlah pusat perbelanjaan dan gedung parkantoran merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan saat ini. Jadi sepeda penting bukan hanya untuk keselamatan lingkungan namun juga untuk kesehatan.
Fakta dan Mitos Mengenai Rokok
Mitos:
Industri rokok memberikan kontribusi pemasukan negara dengan jumlah besar.
Fakta:
Negara membayar biaya lebih besar untuk rokok dibanding dengan pemasukan yang diterimanya dari industri rokok. Penelitian dari World Bank telah membuktikan bahwa rokok merupakan kerugian mutlak bagi hampir seluruh negara. Pemasukan yang diterima negara dari industri rokok (pajak dan sebagainya) mungkin saja berjumlah besar, tapi kerugian langsung dan tidak langsung yang disebabkan konsumsi rokok jauh lebih besar.
Biaya tinggi harus dikeluarkan untuk membayar biaya penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh rokok, absen dari bekerja, hilangnya produktifitas dan pemasukan, kematian prematur, dan juga membuat orang menjadi miskin lebih lama karena mereka menghabiskan uangnya untuk membeli rokok.
Biaya besar lainnya yang tidak mudah untuk dijabarkan termasuk berkurangnya kualitas hidup para perokok dan mereka yang menjadi perokok pasif. Selain itu penderitaan juga bagi mereka yang harus kehilangan orang yang dicintainya karena merokok. Semua ini merupakan biaya tinggi yang harus ditanggung.
Mitos:
Mengurangi konsumsi rokok merupakan isu yang hanya bisa diatasi oleh negara-negara kaya.
Fakta:
Sekarang ini kurang lebih 80% perokok hidup di negara berkembang dan angka ini sudah tumbuh pesat dalam beberapa dekade saja. Diperkirakan pada tahun 2020, 70% dari seluruh kematian yang disebabkan rokok akan terjadi di negara-negara berkembang, naik dari tingkatan sekarang ini yaitu 50%. Ini berarti dalam beberapa dekade yang akan datang negara-negara berkembang akan berhadapan dengan biaya yang semakin tinggi untuk membiayai perawatan kesehatan para perokok dan hilangnya produktifitas.
Mitos:
Pengaturan yang lebih ketat terhadap industri rokok akan berakibat hilangnya pekerjaan di tingkat petani tembakau dan pabrik rokok.
Fakta:
Prediksi mengindikasikan dengan jelas bahwa konsumsi rokok global akan meningkat dalam tiga dekade ke depan, walau dengan penerapan pengaturan tembakau di seluruh dunia. Memang dengan berkurangnya konsumsi rokok, maka suatu saat akan mengakibatkan berkurangnya pekerjaan di tingkat petani tembakau. Tapi ini terjadi dalam hitungan dekade, bukan semalam. Oleh karenanya pemerintah akan mempunyai banyak kesempatan untuk merencanakan peralihan yang berkesinambungan dan teratur.
Para ekonom independent yang sudah mempelajari klaim industri rokok, berkesimpulan bahwa industri rokok sangat membesar-besarkan potensi kehilangan pekerjaan dari pengaturan rokok yang lebih ketat. Di banyak negara produksi rokok hanyalah bagian kecil dari ekonomi mereka. Penelitian yang dilakukan oleh World Bank mendemonstrasikan bahwa pada umumnya negara tidak akan mendapatkan pengangguran baru bila konsumsi rokok dikurangi. Beberapa negara malah akan memperoleh keuntungan baru karena konsumen rokok akan mengalokasikan uangnya untuk membeli barang dan jasa lainnya. Hal ini tentunya akan membuka kesempatan untuk terciptanya lapangan kerja baru.
Mitos:
Pemerintah akan kehilangan pendapatan jika mereka menaikan pajak terhadap industri rokok karena makin sedikit orang yang akan membeli rokok.
Fakta:
Bukti sudah jelas: perhitungan menunjukkan bahwa pajak yang tinggi memang akan menurunkan konsumsi rokok tetapi tidak mengurangi pendapatan pemerintah, malah sebaliknya. Ini bisa terjadi karena jumlah turunnya konsumen rokok tidak sebanding dengan besaran kenaikan pajak. Konsumen yang sudah kecanduan rokok biasanya akan lambat menanggapi kenaikan harga (akan tetap membeli). Lebih jauh, jumlah uang yang disimpan oleh mereka yang berhenti merokok akan digunakan untuk membeli barang-barang lain (pemerintah akan tetap menerima pemasukan). Pengalaman mengatakan bahwa menaikan pajak rokok, betapapun tingginya, tidak pernah menyebabkan berkurangnya pendapatan pemerintah.
Mitos:
Pajak rokok yang tinggi akan menyebabkan penyelundupan.
Fakta:
Industri rokok sering beragumentasi bahwa pajak yang tinggi akan mendorong penyelundupan rokok dari negara dengan pajak rokok yang lebih rendah, yang ujungnya akan membuat konsumsi rokok lebih tinggi dan mengurangi pendapatan pemerintah.
Walaupun penyelundupan merupakan hal yang serius, laporan Bank Dunia tahun 1999 Curbing the Epidemic tetap menyimpulkan bahwa pajak rokok yang tinggi akan menekan konsumsi rokok serta menaikan pendapatan pemerintah. Langkah yang tepat bagi pemerintah adalah memerangi kejahatan dan bukannya mengorbankan kenaikan pajak pada rokok.
Selain itu ada klaim-klaim yang mengatakan bahwa industri rokok juga terlibat dalam penyelundupan rokok. Klaim seperti ini patut disikapi dengan serius.
Mitos:
Kecanduan rokok sudah sedemikian tinggi, menaikan pajak rokok tidak akan mengurangi permintaan rokok. Oleh karenanya menaikan pajak rokok tidak perlu.
Fakta:
Menaikan pajak rokok akan mengurangi jumlah perokok dan mengurangi kematian yang disebabkan oleh rokok. Kenaikan harga rokok akan membuat sejumlah perokok untuk berhenti dan mencegah lainnya untuk menjadi perokok atau mencegah lainnya menjadi perokok tetap. Kenaikan pajak rokok juga akan mengurangi jumlah orang yang kembali merokok dan mengurangi konsumsi rokok pada orang-orang yang masih merokok. Anak-anak dan remaja merupakan kelompok yang sensitif terhadap kenaikan harga rokok oleh karenanya mereka akan mengurangi pembelian rokok bila pajak rokok dinaikan.
Selain itu orang-orang dengan pendapat rendah juga lebih sensitif terhadap kenaikan harga, oleh karenanya kenaikan pajak rokok akan berpengaruh besar terhadap pembelian rokok di negara-negara berkembang.
Model yang dikembangkan oleh Bank Dunia dalam laporannya Curbing the Epidemic menunjukan kenaikan kenaikan harga rokok sebanyak 10% karena naiknya pajak rokok, akan membuat 40 juta orang yang hidup di tahun 1995 untuk berhenti merokok dan mencegah sedikitnya 10 juta kematian akibat rokok.
Mitos:
Pemerintah tidak perlu menaikan pajak rokok karena akan kenaikan tersebut akan merugikan konsumer berpendapatan rendah.
Fakta:
Perusahaan rokok beragumen bahwa harga rokok tidak seharusnya dinaikan karena bila begitu akan merugikan konsumen berpendapatan rendah. Tetapi, penelitian menunjukkan bahwa masyarakat berpendapatan rendah merupakan korban rokok yang paling dirugikan. Karena rokok akan memperberat beban kehidupan, meningkatkan kematian, menaikan biaya perawatan kesehatan yang harus mereka tanggung dan gaji yang terbuang untuk membeli rokok.
Masyarakat berpendapatan rendah paling bisa diuntungkan oleh harga rokok yang mahal karena akan membuat mereka lebih mudah berhenti merokok, mengurangi, atau menghindari kecanduan rokok karena makin terbatasnya kemampuan mereka untuk membeli. Keuntungan lain dari pajak rokok yang tinggi adalah bisa digunakan untuk program-program kesejahteraan masyarakat miskin.
Mitos:
Perokok menanggung sendiri beban biaya dari merokok.
Fakta:
Perokok membenani yang bukan perokok. Bukti-bukti biaya yang harus ditanggung bukan perokok seperti biaya kesehatan, gangguan, dan iritasi yang didapatkan dari asap rokok.
Ulasan di negara-negara kaya mengungkapkan bahwa perokok membebani asuransi kesehatan lebih besar daripada mereka yang tidak merokok (walaupun usia perokok biasanya lebih pendek). Apabila asuransi kesehatan dibayar oleh rakyat (seperti jamsostek) maka para perokok tentunya ikut membebankan biaya akibat merokok kepada orang lain juga.
Ergonomi Terhadap Kehidupan Manusia
Ergonomi berasal dari kata Yunani ergon (kerja) dan nomos (aturan), secara keseluruhan ergonomi berarti aturan yang berkaitan dengan kerja. Banyak definisi tentang ergonomi yang dikeluarkan oleh para pakar dibidangnya antara lain:
Ergonomi adalah ”Ilmu” atau pendekatan multidisipliner yang bertujuan mengoptimalkan sistem manusia-pekerjaannya, sehingga tercapai alat, cara dan lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman, dan efisien (Manuaba, A, 1981).
Ergonomi adalah ilmu, seni, dan penerapan teknologi untuk menyerasikan atau menyeimbangkan antara segala fasilitas yang digunakan baik dalam beraktifitas maupun istirahat dengan kemampuan dan keterbatasan manusia baik fisik maupun mental sehingga kualitas hidup secara keseluruhan menjadi lebih baik (Tarwaka. dkk, 2004).
Ergonomi adalah ilmu tentang manusia dalam usaha untuk meningkatkan kenyamanan di lingkungan kerja (Nurmianto, 1996).
Ergonomi adalah ilmu serta penerapannya yang berusaha untuk menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap orang atau sebaliknya dengan tujuan tercapainya produktifitas dan efisiensi yang setinggi-tingginya melalui pemanfaatan manusia seoptimal-optimalnya (Suma’mur, 1987).
Ergonomi adalah praktek dalam mendesain peralatan dan rincian pekerjaan sesuai dengan kapabilitas pekerja dengan tujuan untuk mencegah cidera pada pekerja. (OSHA, 2000).
Dari berbagai pengertian di atas, dapat diintepretasikan bahwa pusat dari ergonomi adalah manusia. Konsep ergonomi adalah berdasarkan kesadaran, keterbatasan kemampuan, dan kapabilitas manusia. Sehingga dalam usaha untuk mencegah cidera, meningkatkan produktivitas, efisiensi dan kenyamanan dibutuhkan penyerasian antara lingkungan kerja, pekerjaan dan manusia yang terlibat dengan pekerjaan tersebut.
Definisi ergonomi juga dapat dilakukan dengan cara menjabarkannya dalam fokus, tujuan dan pendekatan mengenai ergonomi (Mc Coinick 1993) dimana dalam penjelasannya disebutkan sebagai berikut:
Secara focus
Ergonomi menfokuskan diri pada manusia dan interaksinya dengan produk, peralatan, fasilitas, prosedur dan lingkungan dimana sehari-hari manusia hidup dan bekerja.
Secara tujuan
Tujuan ergonomi ada dua hal, yaitu peningkatan efektifitas dan efisiensi kerja serta peningkatan nilai-nilai kemanusiaan, seperti peningkatan keselamatan kerja, pengurangan rasa lelah dan sebagainya.
Secara pendekatan
Pendekatan ergonomi adalah aplikasi informasi mengenai keterbatasan-keterbatasan manusia, kemampuan, karakteristik tingkah laku dan motivasi untuk merancang prosedur dan lingkungan tempat aktivitas manusia tersebut sehari-hari.
Berdasarkan ketiga pendekatan tersebut diatas, definisi ergonomi dapat terangkumkan dalam definisi yang dikemukakan Chapanis (1985), yaitu ergonomi adalah ilmu untuk menggali dan mengaplikasikan informasi-informasi mengenai perilaku manusia, kemampuan, keterbatasan dan karakteristik manusia lainnya untuk merancang peralatan, mesin, sistem, pekerjaan dan lingkungan untuk meningkatkan produktivitas, keselamatan, kenyamanan dan efektifitas pekerjaan manusia.
Secara umum penerapan ergonomi terdiri dari banyak tujuan. berikut ini tujuan dalam penerapan ergonomi:
Meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental melalui upaya pencegahan cidera dan penyakit akibat kerja, menurunkan beban kerja fisik dan mental, mengupayakan promosi dan kepuasan kerja.
Meningkatkan kesejahteraan sosial melalui peningkatan kualitas kontak sosial dan mengkoordinasi kerja secara tepat, guna meningkatkan jaminan sosial baik selama kurun waktu usia produktif maupun setelah tidak produktif.
Menciptakan keseimbangan rasional antara aspek teknis, ekonomis, dan antropologis dari setiap sistem kerja yang dilakukan sehingga tercipta kualitas kerja dan kualitas hidup yang tinggi. (Tarwaka. dkk, 2004)
Ergonomi adalah ”Ilmu” atau pendekatan multidisipliner yang bertujuan mengoptimalkan sistem manusia-pekerjaannya, sehingga tercapai alat, cara dan lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman, dan efisien (Manuaba, A, 1981).
Ergonomi adalah ilmu, seni, dan penerapan teknologi untuk menyerasikan atau menyeimbangkan antara segala fasilitas yang digunakan baik dalam beraktifitas maupun istirahat dengan kemampuan dan keterbatasan manusia baik fisik maupun mental sehingga kualitas hidup secara keseluruhan menjadi lebih baik (Tarwaka. dkk, 2004).
Ergonomi adalah ilmu tentang manusia dalam usaha untuk meningkatkan kenyamanan di lingkungan kerja (Nurmianto, 1996).
Ergonomi adalah ilmu serta penerapannya yang berusaha untuk menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap orang atau sebaliknya dengan tujuan tercapainya produktifitas dan efisiensi yang setinggi-tingginya melalui pemanfaatan manusia seoptimal-optimalnya (Suma’mur, 1987).
Ergonomi adalah praktek dalam mendesain peralatan dan rincian pekerjaan sesuai dengan kapabilitas pekerja dengan tujuan untuk mencegah cidera pada pekerja. (OSHA, 2000).
Dari berbagai pengertian di atas, dapat diintepretasikan bahwa pusat dari ergonomi adalah manusia. Konsep ergonomi adalah berdasarkan kesadaran, keterbatasan kemampuan, dan kapabilitas manusia. Sehingga dalam usaha untuk mencegah cidera, meningkatkan produktivitas, efisiensi dan kenyamanan dibutuhkan penyerasian antara lingkungan kerja, pekerjaan dan manusia yang terlibat dengan pekerjaan tersebut.
Definisi ergonomi juga dapat dilakukan dengan cara menjabarkannya dalam fokus, tujuan dan pendekatan mengenai ergonomi (Mc Coinick 1993) dimana dalam penjelasannya disebutkan sebagai berikut:
Secara focus
Ergonomi menfokuskan diri pada manusia dan interaksinya dengan produk, peralatan, fasilitas, prosedur dan lingkungan dimana sehari-hari manusia hidup dan bekerja.
Secara tujuan
Tujuan ergonomi ada dua hal, yaitu peningkatan efektifitas dan efisiensi kerja serta peningkatan nilai-nilai kemanusiaan, seperti peningkatan keselamatan kerja, pengurangan rasa lelah dan sebagainya.
Secara pendekatan
Pendekatan ergonomi adalah aplikasi informasi mengenai keterbatasan-keterbatasan manusia, kemampuan, karakteristik tingkah laku dan motivasi untuk merancang prosedur dan lingkungan tempat aktivitas manusia tersebut sehari-hari.
Berdasarkan ketiga pendekatan tersebut diatas, definisi ergonomi dapat terangkumkan dalam definisi yang dikemukakan Chapanis (1985), yaitu ergonomi adalah ilmu untuk menggali dan mengaplikasikan informasi-informasi mengenai perilaku manusia, kemampuan, keterbatasan dan karakteristik manusia lainnya untuk merancang peralatan, mesin, sistem, pekerjaan dan lingkungan untuk meningkatkan produktivitas, keselamatan, kenyamanan dan efektifitas pekerjaan manusia.
Secara umum penerapan ergonomi terdiri dari banyak tujuan. berikut ini tujuan dalam penerapan ergonomi:
Meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental melalui upaya pencegahan cidera dan penyakit akibat kerja, menurunkan beban kerja fisik dan mental, mengupayakan promosi dan kepuasan kerja.
Meningkatkan kesejahteraan sosial melalui peningkatan kualitas kontak sosial dan mengkoordinasi kerja secara tepat, guna meningkatkan jaminan sosial baik selama kurun waktu usia produktif maupun setelah tidak produktif.
Menciptakan keseimbangan rasional antara aspek teknis, ekonomis, dan antropologis dari setiap sistem kerja yang dilakukan sehingga tercipta kualitas kerja dan kualitas hidup yang tinggi. (Tarwaka. dkk, 2004)
Langganan:
Postingan (Atom)